LAPORAN FISIKA KUANTUM
“PERCOBAAN EFEK COMPTON”
Oleh:
ST.
AMINAH
NIM:
20600114029
JURUSAN
PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2017
A.
Latar Belakang
Dalam teori kuantum cahaya dianggap
bahwa foton dalam perjalanannya dalam ruang dengan kecepatan c tidak menyebar sebagaimana gelombang,
tetapi tetap terkonsentrasi dalam ruang yang sanga kecil. Kesuksesan Einstein
mnjelskan efek fotolistrik tidak diikuti penjelasan memadai tentang jumlah
momentum yang dibawa oleh setiap foton. Demikian halnya dengan penjelasan
mengenai interaksi (tumbukan) foton dengan partikel lain (misalnya elektron).
Teori tumbukan partikel ini secara terpisah dikemukakan oleh Peter Deybe
(1884-1966) seorang ahli fisika kimia Jerman dan Arthur Holly Compton
(1892-1962), Fisikawan Amerika pada tahun 1923 (Iswadi, 2013: 61).
Dalam naskah ilmiahnya “A Quantum
Theory of Scattering of X-Rays by Light”, Compton menerangkan percobannya
tentang hamburan sinar x oleh materi. Diamatinya bahwa panjang gelombang sinar
x yang terhambur berbeda dengan panjang gelombang sinar x sebelum terhambur.
Perubahan panjang gelombang tersebut ternyata juga bergantung dari sudut
hamburan (Yusman, 2003: 47-48).
Proses hamburan ini dianalisis
sebagai suatu interaksi tumbukan , dalam pengertian partikel secara klasik
antara sebuah foton dan elektron, yaitu kita anggap diam. Elektron pada keadaan
diam memiliki energi diam
. Setelah hamburan
foton memiliki energi E’ dan momentum p’ dan bergerak pada arah yang membuat
sudut
terhadap arah foton
datang. Elektron memiliki energi total
dan momentum
dan bergerak pada
arah yang membuat sudut
terhadap foton
datang (Muh. Tawl dkk, 2008: 19-20). Foton hambur memiliki energi yang lebih
kecil daripada foton yang datang, selisih E-E’ adalah energi kinetik yang
diberikan kepada elektron. Begitupula,
selalu lebih besar daripada
. Foton hambur memiliki
yang lebih pangjang daripada milik foton datang, perubahan
pangjang ini merentang dari 0 pada
=
hingga dua kali
pangjang gelombang Compton pada
=
(Muh. Tawil dkk,
2008: 22).
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan
percobaan ini adalah untuk melihat hubungan antara panjang gelombang datang
foton dengan panjang gelombang foton setelah tumbukan.
B.
Hipotesis Percobaan
Hipotesis
percobaan yang diajukan adalah
“Panjang
gelombang foton setelah tumbukan lebih besar dari pada panjang gelombang foton
yang datang”.
C.
Rumusan Masalah
Rumusan
masalah dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah
prinsip efek compton?
2.
Bagaimanakah hubungan antara panjang
gelombang datang foton dengan panjang gelombang foton setelah tumbukan?
D.
Identifikasi Variabel Percobaan
Identifikasi variabel percobaan dalam praktikum ini adalah:
Kegiatan 1:Hubungan antara panjang gelombang datang foton dengan
panjang gelombang foton setelah tumbukan
1.
Variabel
kontrol : Sudut datang foton
2.
Variabel
bebas : Panjang gelombang datang foton
3.
Variabel
terikat : Sudut foton dan sudut elektron yang terhambur
E.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
1.
Alat
a.
Detector
1 buah
b.
Power
Supply 1
buah
c.
X-ray
tube 1 buah
d.
Busur
derajat 1 unit
2.
Bahan
a.
Logam
emas 1 buah
F.
Prosedur Percobaan
Prosedur
percobaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
- Geser scroll boxes pada tab sudut datang foton atau input langsung dengan mengklik kotak pada pojok kiri tab sudut datang untuk mengubah nilai sudut datang foton terhadap garis horizontal
- Beri tanda centang pada pilihan random angle untuk perubahan nilai sudut foton yang acak
- Geser scroll boxes pada tab panjang gelombang atau input langsung dengan mengklik kotak pada pojok kiri tab panjang gelombang untuk mengubah nilai panjang gelombang foton mula-mula/sebelum tumbukan
- Tekan tombol start untuk memulai proses tumbukan foton yang keluar dari x-ray tube dengan elektron yang terdapat pada lempengan emas
- Beri tanda centang pada pilihan show lines untuk menampilkan berkas garis foton dan elektron sebelum dan sesudah tumbukan
- Tekan tombol measure untuk menampilkan busur derajat
- Ukur sudut foton ataupun sudut elektron setelah tumbukan dengan meng-drag (tekan dan tarik/jangan dilepas mouse) busur derajat setelah menekan tombol measure
G.
Tabel Pengamatan
Kegiatan 1:Hubungan antara panjang gelombang datang foton dengan
panjang gelombang foton setelah tumbukan.
Tabel 1: Hubungan
antara panjang gelombang datang foton dengan panjang gelombang foton setelah
tumbukan.
|
No.
|
Foton Datang (pm)
|
Sudut Foton
(o)
|
Sudut Elektron (o)
|
|
1.
|
55
|
65,7
|
56,0
|
|
2.
|
65
|
65,3
|
56,2
|
|
3.
|
75
|
64,8
|
55,2
|
|
4.
|
85
|
64,3
|
54,5
|
|
5.
|
95
|
64,1
|
54,1
|
Sudut
Datang Foton (o) = 65
H.
Grafik
Grafik
1: Hubungan
antara panjang gelombang datang foton dengan sudut foton hambur
I.
Analisis Data
Kegiatan 1: Hubungan panjang gelombang foton yang datang dengan
panjang gelombang foton setelah tumbukan
Rumus umum:
=
+
1.
Untuk
= 0,055
nm
=
+
=
+
=
+
=
+
=
2.
Untuk
= 0,065
nm
=
+
=
+
=
+
=
+
=
3.
Untuk
= 0,075
nm
=
+
=
+
=
+
=
+
=
4.
Untuk
= 0,085
nm
=
+
=
+
=
+
=
+
=
5.
Untuk
= 0,095
nm
=
+
=
+
=
+
=
+
=
J.
Pembahasan
Dari
percobaan yang telah dilakukan serta analisis data bahwa hubungan
antara panjang gelombang datang foton dengan panjang gelombang foton setelah tumbukan
diperoleh data untuk panjang geombang pertama sebesar 55 pm dengan sudut datang foton
dan sudut elektron
, panjang geombang kedua sebesar 65 pm dengan sudut datang foton
dan sudut elektron
, panjang geombang ketiga
sebesar 75 pm dengan sudut datang foton
dan sudut elektron
, panjang geombang keempat
sebesar 85 pm dengan sudut datang foton
dan sudut elektron
dan panjang geombang kelima
sebesar 95 pm dengan sudut datang foton
dan sudut elektron
.
Compton
mengatakan bahwa panjang gelombang foton setelah tumbukan lebih besar daripada
panjang gelombang foton datang atau sebelum tumbukan. Setelah melakukan
analisis data, diperoleh data untuk panjang geombang pertama sebesar 0,055 nm dengan sudut datang foton
dan panjang gelombang foton setelah
tumbukan 0,056 nm, panjang geombang kedua sebesar 0,065 nm dengan sudut datang
foton
dan panjang
gelombang foton setelah tumbukan 0,066 nm, panjang geombang ketiga
sebesar 0,075 nm dengan sudut datang foton
dan panjang
gelombang foton setelah tumbukan 0,076 nm, panjang geombang
keempat sebesar 0,085 nm dengan sudut datang foton
dan panjang
gelombang foton setelah tumbukan 0,086 nm dan untuk panjang
geombang kelima sebesar 0,095 nm dengan sudut datang foton
dan panjang
gelombang foton setelah tumbukan 0,096 nm.
Berdasarkan
hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa percobaan yang dilakukan telah
sesuai dengan teori, dari hasil
percobaan dapat diketahui bahwa panjang gelombang foton setelah tumbukan lebih
besar daripada panjang gelombang foton datang, dimana pergeseran panjang
gelombang sinar-x sama sekali tidak bergantung pada intensitas tetapi hanya
bergantung pada sudut hamburan foton-elektron, hal ini dapat dilihat dari hasil
analisis data dan data percobaan.
K.
Kesimpulan
Kesimpulan
dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.
Jika
seberkas sinar-x ditembakkan ke sebuah elektron bebas yang diam, sinar-x akan
mengalami perubahan panjang gelombang dimana panjang gelombang sinar-x menjadi
besar. Foton datang menumbuk elektron bebas yang diam, elektron menyerap
sebagian energi foton sehingga bergerak ke arah membentuk sudut terhadap arah
foton mula-mula. Foton yang menumbuk elektron pun terhambur dengan sudut
terhadap arah semula dan panjang gelombang
menjadi lebih besar.
2.
Hubungan
antara panjang gelombang foton datang dengan panjang gelombang foton setelah
hamburan adalah panjang gelombang foton setelah tumbukan lebih besar daripada
panjang gelombang foton datang. Foton hambur memiliki panjang gelombang yang
lebih panjang daripada milik foton datang, perubahan panjang ini merentang dari 0
pada
=
hingga dua kali
pangjang gelombang Compton pada
=
, dimana
pergeseran panjang gelombang sinar-x sama sekali tidak bergantung pada
intensitas tetapi hanya bergantung pada sudut hamburan foton-elektron.
DAFTAR PUSTAKA
Iswadi, 2013.
Fisika Modern. Makassar: Alauddin Press.
Tawil, Muhammad dkk. 2008. Fisika Kuantum. Makassar: Badan
Penerbit UNM.
Wiyatmo, Yusman. 2003. Fisika Modern. Yogyakarta: Pustaka
Belajar.